Game bergaya J-RPG untuk PC memang agak sulit dicari (tidak menghitung visual novel). Tapi berkat para independent (indie) developer kita bisa lebih mudah menemukannya. Dan game bergaya JRPG yang ingin saya bahas kali ini adalah Eternal Grace: Episode 1, buatan developer Indonesia Enthrean Guardian, rilisan Awi IT Pro dan Sumber Alam Production.
Plot Eternal Grace: Episode 1 cukup menarik. Berlatarbelakangkan dunia fiktif bernama Enthrea, permainan bermula dengan munculnya seorang kapten kapal bernama Lao dan awak-awak kapalnya. Semua awak kapal itu masih gadis, dan sejujurnya, ini skenario yang agak mengerikan menurut saya. Mereka ingin menemukan seorang “Silver Assassin”. Cerita lantas melompat ke Razh Avandrey, seorang prajurit bayaran yang secara kebetulan bertemu gadis bernama Millia Melody dan terjebak dalam pertikaian dua kelompok besar: SOPRA dan ZNF.
Saya tidak akan menguak lebih banyak plot game ini; sebuah J-RPG lebih seru diikuti kisahnya dengan dimainkan langsung. Mari kita langsung ke inti ulasan ini.
Gameplay Eternal Grace: Episode 1 cukup standar. Standar sebuah action RPG. Di map ada musuh-musuh yang berkeliaran. Begitu saya menyentuhnya, layar pertempuran segera terbuka. Di pojok kanan bawah ada status karakter: HP, MP, dan Action Bar yang saya gunakan untuk melakukan serangan. Sementara HP musuh ditampilkan di pojok kiri atas.
Untuk menyerang, saya tinggal klik dan tahan tombol aksi (C atau Enter). Untuk mengganti karakter, baik di dalam maupun di luar pertempuran, cukup klik Q. Karena tiap karakter memiliki gaya serang dan skill berbeda-beda, saya yakin Anda akan sering bergonta-ganti karakter.
Sistem pertempuran mudah dipahami. Karakter Anda juga takkan mudah mati. Developer Eternal Grace: Episode 1 tidak pelit menyediakan item-item untuk healing, yang bertebaran di seluruh permainan lewat loot maupun peti. Ada juga uang untuk membeli item-item itu.
Card Battle Berpotensi Adiktif
Selain pertempuran standar, ada pula sistem card battle. Namanya Hexabattle. Tidak seperti kebanyakan card battle, Hexabattle–sesuai namanya–menggunakan kartu berbentuk heksagonal. Tiap kartu memiliki kekuatan dan arah serangan berbeda-beda, yang ditandai dengan titik putih mungil. Salah satu sisi kartu hanya bisa menyerang satu sisi kartu lain yang berada di depan titik tersebut.
Kedengaran rumit? Jangan khawatir. Saya jamin Hexabattle tidak serumit tutorialnya maupun penjelasan saya begitu Anda memainkannya.
Sayangnya, saya tidak menjumpai banyak NPC (non-playable character) yang bisa saya tantang beradu Hexabattle. Mini-game ini tentu berpotensi menambah adiksi. Apalagi kalau Anda bisa mengumpulkan lebih banyak ragam kartu!
Selain itu, ada juga sistem side-quest bernama Errand. Saya bisa mengecek, Errand apa saja yang sudah saya terima, statusnya (berhasil saya selesaikan atau belum), dan info apa saja yang perlu saya lakukan. Tapi, senasib dengan Hexabattle, developer belum mengeksplor sistem ini lebih jauh. Tidak terlalu banyak side-quest yang saya jumpai di Eternal Grace: Episode 1.
Grafis Bagus dengan Sentuhan Budaya Lokal
Soal grafis, saya rasa sprite-sprite karakter digarap dengan bagus. Begitu pula artwork-nya. Yang menonjol adalah desain menunya. Juga beberapa referensi budaya lokal yang ditampilkan dengan cukup halus, seperti motif batik dan blangkon yang dikenakan beberapa karakter.
Sedari awal saya merasakan adanya unsur science-fiction dalam Eternal Grace: Episode 1. Atau lebih tepatnya, science-fantasy. Tapi, perbedaan teknologinya kok terlihat timpang ya?
Kenapa Banyak Glitch?!
Ada 3 dialogue editors yang–menilik nama-namanya lewat credits--sepertinya native: Jason Commander, Loren Hall, dan Rick Cook. Pantas saja bahasa Inggrisnya bagus, bukan Janglish alias Java-English, hahaha… Tetap saja, komplen akan saya sampaikan pada Jasson Prestiliano, Hettyca Astuningdyas, Lazcht, dan Clea Leshlick yang menggarap cerita. Pengembangan karakternya terasa kelewat klise. Humor-humor yang muncul dalam dialog juga agak datar. Walau alurnya mengalir dengan enak, kecuali pada bagian terakhir saat saya harus melawan dua boss dalam rentang waktu cukup pendek, di awal cerita saya dicekoki dengan banyak tutorial. Seakan itu kurang “menyiksa”, saya harus mencari-cari NPC kalau ingin mengakses lagi tutorial itu di tengah permainan.
Lebih dari itu, beberapa glitch memang sepertinya sepele, tapi sangat mengganggu kenyamanan bermain. Game ini memiliki fitur siang dan malam. Yang harusnya menarik. Sayangnya, di beberapa event ada glitch; saya mendengar suara jangkrik di siang bolong! Kadang musik dan SFX tiba-tiba hilang. Kadang layar tiba-tiba jadi hitam. Animasi gerakan bisa juga tiba-tiba berubah jadi animasi menyerang. Text box kadang kosong, atau kalimat di dalamnya kurang lengkap. Kadang ada event yang terlewati. Dan–yang paling mengganggu–NPC atau objek tertentu tiba-tiba hilang atau bisa ditembus. HLAAAH…
Saya mainkan game ini sekitar 5 jam. Terus terang, enjoyable kok. Tapi dengan beragam masalah yang saya sebutkan di atas, penggarapannya terkesan terburu-buru. Semoga episode kedua Eternal Grace bisa dikembangkan dengan lebih baik dan teliti. Jelas, game ini punya potensi. Dan masih banyak ruang tersisa untuk dikembangkan dan diperbaiki.
Kalau kamu suka J-RPG, segera mainkan Eternal Grace: Episode 1. Harganya cuma Rp 45 ribu (transfer via BCA atau Mandiri) atau USD 4,90 (PayPal). Bisa kamu download di situs resminya. Kalau ketemu glitch yang mengganggu, silakan mengurut dada dan sampaikan ke developer-nya, Enthrean Guardian.
Selamat bertualang dan bertempur!
Related posts:








27 Dec 2011, 9:26 pm
wah sbg fans berat EG saya bahagia ad yg bahas EG.. maw hexacard yg asik? saya kasih taw, lawan soldier di bar offelia city.. dia hexabattler terkuat d ep 1.. dan maw nanya bonus even dsb? kirim email k saya, nanti saya balas
27 Dec 2011, 9:38 pm
oh iy.. errand d EG jumlahnya sangat banyak.. sayang kalau tidak d ambil
28 Dec 2011, 6:34 pm
[...] penulis Atoh, Sidharta Firmansyah Rasidi, telah mengulas Eternal Grace: Episode 1. Kini kami akan bagi-bagi 5 key aktivasi game itu. Kamu bisa memperolehnya dengan [...]
14 Jan 2012, 11:07 pm
[...] Grace Episode 1 has been re-announced by an Indonesian game news site named Atoh. Within this link they review the game and then they make a quiz that will give the winner a free key of Eternal [...]