Zynga Ajukan Penawaran Saham Perdana USD 1 Miliar
Zynga mengajukan penawaran umum saham perdana (IPO/Initial Public Offering) pada 1 Juli 2011. Dari S-1 yang diserahkannya pada U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), Zynga berharap memperoleh suntikan modal baru sebesar USD 1 miliar (setara Rp 8,5 triliun) dari para investor.
Langkah ekspansi bisnis Zynga selama setahun belakangan terhitung dahsyat. Diawali dengan membangun studio pertamanya di luar Amerika Serikat, yaitu Bangalore, India pada Februari 2010. Sejak saat itu mereka mengakuisisi sejumlah studio game yang tersebar di 3 benua. Dua bulan lalu mereka menggandeng Lady Gaga untuk kontrak eksklusif perilisan Gagaville. Hari ini, mereka daftarkan saham.
Walau tidak menyebutkan berapa harga jual saham Zynga, dari berkas S-1 yang diajukan muncul informasi menarik seputar bisnis dan finansial perusahaan yang berbasis di San Francisco itu.
Pertama, laba Zynga sepanjang tahun 2010 mencapai USD 90 juta. Menurut catatan VentureBeat, itu laba terbesar perusahaan yang memutuskan go public tahun ini, bahkan melebihi sejumlah perusahaan internet terkemuka macam Groupon dan LinkedIn. Kebanyakan laba itu berasal dari penjualan item-item virtual, yang memberi Zynga pendapatan sebesar USD 575 juta sepanjang tahun 2010.
”Dengan menawarkan saham kami pada publik, kami berharap bisa berinvestasi lebih banyak dalam permainan melewati perusahaan apa pun sepanjang sejarah,” kata Mark Pincus, CEO dan Founder Zynga. ”Untuk mencapai ini, kami akan terus berinvestasi dalam server, data center, dan infrastruktur lain supaya kebun, kota, pulau, pesawat, pilihan kata, dan empire para pemain tersedia dalam perangkat yang mereka miliki sesegera mungkin.”
Zynga saat ini memiliki 60 juta pemain harian, dan lebih dari 232 juta pemain aktif bulanan, dari seluruh titel game yang telah dirilisnya di Facebook dan Myspace.
Kesuksesan Zynga bukan berarti lancar jaya begitu saja. Ada begitu banyak kompetitor, mulai dari Electronic Arts yang telah mengakuisisi Playfish, Disney yang telah mengakuisisi Playdom, Crowdstar, Popcap Games, hingga situs-situs yang mungkin saja mengembangkan social game seperti Amazon, Google, Microsoft, dan Yahoo.
Tapi, ancaman terbesar untuk Zynga justru berasal dari platform yang selama ini menjadi napas hidupnya: Facebook. Hubungannya dengan Facebook kadang goyah. Ketergantungan begitu besar pada satu platform itu berbahaya. Zynga pun terang-terangan mengakuinya.
Seperti yang dikutip dari S-1 terkait,
Our business would be harmed if:
Facebook modifies its terms of service or other policies, including fees charged to, or other restrictions on, us or other application developers, or Facebook changes how the personal information of its users is made available to application developers on the Facebook platform or shared by users;
Facebook establishes more favorable relationships with one or more of our competitors; or
Facebook develops its own competitive offerings.
Investor tentu akan mempertimbangkan ini sebelum memutuskan akan mencurahkan uang mereka ke perusahaan yang telah memiliki 12 studio dan memiliki lebih dari 1200 karyawan itu.
Masih ada 1 langkah ”gila” Zynga yang mau tak mau muncul dari ingatan. Pengajuan paten virtual currency, ingat? Zynga mengklaim konsep pembelian uang virtual itu sebagai idenya. Tentu ini baru pengajuan. Tapi andaikan disetujui oleh US Patent & Trademark Office, Zynga boleh dikata mendominasi casual, social, dan online gaming sekaligus.
By the way, saat saya menulis berita ini, rasanya seakan sedang menulis plot sebuah tycoon game. Saya jadi penasaran, seperti apa ya Ponzi, tycoon buatan Challenge Games (kini bernama Zynga Austin), yang pengembangannya sedang dilanjutkan oleh tim Zynga itu? XD
Sumber: ShackNews, VentureBeat, U.S. Patent & Trade Office
Related posts:




08 Feb 2012, 3:38 pm
Wah mantab, Zynga dan Mark jadi orang terkaya setelah ipo
http://www.jakarta-media.com/facebook-ipo-us100-nilai-bubble-atau-realistis.html